DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH, LAGI MAHA PENYAYANG.
SELAWAT DAN SALAM KE ATAS JUNJUNGAN NABI MUHAMMAD S.A.W
Segala puji bagi Allah Yang Maha Besar dan tersembunyi dari jangkauan panca indra, Yang Maha Agung dan Maha Kuasa atas segala makhluq-Nya, Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana atas segala hukum dan syari'at-Nya, Yang Maha Kekal abadi atas segala makhluq-Nya yang fana' Yang Maha Tinggi atas segala makhluq yang lemah lagi hina dina, Yang Maha Kaya dari segala yang ada.
| waiting for the school bus, at the street of Jaulah Mazbah. |
SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Muhyiddin Abdul Qadir bin Abi Shalih Musa Janka Dausat bin abdullah Al-Jailani. Beliau dilahirkan pada bulan Ramadhan 471H / 1077M di Jailan Thabaristan. Beliau masih keturunan dari Rasulullah saw dari Fathimah ra. dan Ali bin Abi Thalib, Khalifah IV dari Khulafaur Rasyidin.
Silsilah beliau selengkapnya adalah Abu Muhammad Abdul Qadir bin Abi Shalih Musa bin Abdullah bin Yahya Al-Zahid bin Muhammad bin Daud bin Musa bin Abdullah bin Musa Al-Jawa bin Abdullah Al-Mahdi bin Hassan bin Hassan bin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abd Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrab bin Ka'ab bin Lu'ayyi bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin Nadlar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlar bin Nazar bin Ma'ad bin Adnan bin Addi bin Adad bin Hamiyasa bin Salaman bin Binta bin Sahail bin Jamal bin Haidlar bin Ismail As bin Ibrahim Khalilullah As.
Beliau sejak lahir sudah menunjukkan tanda-tanda keistimewaan luar biasa dibanding bayi yang lain pada umumnya. Saat beliau lahir adalah bertepatan dengan bulan Ramadhan di mana umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa. Di saat itu beliau bayi tidak mau disusui pada siang hari, barulah pada saat orang Islam berbuka puasa puasa beliau merengek-rengek minta disusui.
Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani adalah seorang tokoh shufi terbesar dan keramatannya serta ketinggiannya derajat kewaliannya diakui seluruh kalangan ulama' sufi dalam dunia Islam.
Abu Abdullah Muhammad bin Abdul Fatah Al-Harawi menceritakan, bahwa Abdul Qadir selama sepuluh tahun mengembara di hutan belukar, dia tidak berbicara sepatah kata pun. Selama empat puluh tahun tidak pernah tidur malam. Sesudah solat subuh mengkhatamkan Qur'an.
Syeikh abdul Qadir Al-Jailani mengajar di Madrasah yang dibangunkannya sendiri di Baghdad dan di madrasah ini juga berdirinya pusat kegiatan (Ribat) thariqahnya.
Melalui beliau;
"Bukalah mata jasmani dan mata hatimu lebar-lebar terhadap dunia yang selalu mengecoh, hadapi dengan menghilangkan hawa nafsu, jangan dibiarkan ajakannya dan bawa ke arah pengabdian diri kepada Allah semata-mata."
| Shopping for winter at Bundle Bab Al-Yaman. |
Alhamdulillah....
Tokoh-Tokoh Shufi; Mengungkap Sejarah Kehidupan
dan Ajaran serta Karomahnya.
Asrifin, S.Ag
Terbitan Karya Utama Surabaya
No comments:
Post a Comment